





Serang, 6 Agustus 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung persiapan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Laboratorium Terpadu UNTIRTA mengadakan pelatihan dan sertifikasi dengan skema Administrasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 3 sampai 5 Agustus 2025.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari unit-unit internal UNTIRTA sebagai peserta, seperti UPA Laboratorium Terpadu, UPA Bimbingan dan Konseling (UPA BK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Kemitraan (BAKK), Biro Pengembangan Karir dan Usaha (BPKU), serta Fakultas Kedokteran. Partisipasi lintas unit ini menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kapasitas SDM secara menyeluruh, sejalan dengan misi UNTIRTA untuk menjadi perguruan tinggi yang adaptif dan profesional.
Pelatihan ini memberikan materi komprehensif yang fokus pada aspek-aspek penting administrasi SDM, antara lain analisa lingkungan bisnis, penyusunan elemen pemasaran, penyusunan formulasi prediksi dan targer penjualan, membuat penentuan jumlah serta struktur organisasi penjualan, dan menyelaraskan sistem evaluasi kinerja dan kompensasi organisasi penjualan. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur profesional yang merupakan tenaga ahli dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Salah satu trainer utama dalam pelatihan ini adalah Afgiyansyah, M.Comn, yang memiliki pengalaman luas di bidang administrasi SDM dan pemasaran, sehingga mampu memberikan wawasan praktis dan aplikatif kepada peserta.
Kepala Laboratorium Terpadu UNTIRTA, Yus Rama Denny, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi UNTIRTA menuju PTNBH.
“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi para peserta dalam bidang administrasi SDM, tetapi juga memperkuat posisi UNTIRTA sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan industri dan dunia kerja. Sertifikasi kompetensi yang didapatkan peserta menjadi salah satu indikator penting dalam proses transformasi UNTIRTA menuju PTNBH, di mana kualitas sumber daya manusia dan jejaring kerja sama yang kuat menjadi faktor kunci keberhasilan,” ujar Yus Rama Denny.
Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada penguasaan teori, melainkan juga pada praktik dan asesmen kompetensi yang dilakukan pada hari terakhir kegiatan. Para peserta diuji oleh asesor resmi dari LSP guna mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Sertifikat ini menjadi bukti formal atas kemampuan peserta sesuai standar yang berlaku di industri, sehingga dapat meningkatkan daya saing baik secara individu maupun organisasi tempat mereka bekerja.
Dengan terselenggaranya pelatihan dan sertifikasi ini, Laboratorium Terpadu UNTIRTA memperkuat perannya sebagai pusat unggulan dalam layanan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.
Pelatihan dan sertifikasi yang diadakan ini menjadi salah satu fondasi penting dalam proses UNTIRTA menuju PTNBH, di mana peran sumber daya manusia yang kompeten dan sertifikasi yang diakui secara nasional sangat dibutuhkan untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan institusi.
red “er”
foto : dokumentasi laboratorium terpadu untirta 2025